ARUNJE oleh : Rika Amalia

  "Gua juga ngelakuin ini karna suka sama lo"


  "ARUNNN, LO DIMANAAA, YUHUUUU" teriak Anin dengan melompat kegirangan ke dalam kelas Aruna.

  "Apasih Nin, gua ga kemana mana kok gausah teriak juga kali" ucap Aruna yang mukanya sudah sangat pucat dari pelajaran pertama tadi pagi.

  "IH LU TAU GAA" teriak Anin yang sangat bahagia. Aruna yang sedari tadi bingung apa yang terjadi oleh Anin kini sudah mulai pusing, Anin memang anak yang sangat senang ketika ada berita yang baik dan menjadi sangat diam ketika dia mendapat kabar buruk.

  "Apaansih, lu mau ngomong apa Anindya Syaputri" tegur Aruna.

  "TADI PAS GUA BALIK DARI KANTIN SI ANGGA MASA NYAPA GUA HUEHUEE" ucap Anin yang di saat kelas Arun sudah mulai sepi

  "Ya terus kenapa? apa di sapa sama Waketos salah? apa jangan jangan..." Aruna mulai curiga kalau temannya yang sangat dekat itu sudah mulai bisa kasmaran, karena sebelumnya Aruna tahu betul sifat dan karakter Anin yang sebenarnya.

  "IYA BETUL, DUGAAN YANG LO MAKSUD BENER" ungkap Anin yang sangat antusias.

  "Anin, selama ini gua pikir lo..." Aruna mengatakan dengan tertawa renyah.

  "Apaan sih lo, yakali. Nih ya gua tuh masih waras ga kayak lo" Anin tertawa terbahak bahak sedangkan Aruna menatap sinis wajah Anin.

Tak lama kemudian teman sebangku Aruna datang yaitu Jeffryan Deandra

  "Eh Jeff, gua liat yang tadi di papan tulis dong tadi udah keburu di hapus sama anak anak soalnya" pinta Aruna kepada Jeff yang terlihat baru kembali dari kantin, Tanpa sepatah kata Jeff pun memberikan buku catatannya. Jeff memang pendiam dan sangat pintar untuk beberapa pelajaran termasuk b.inggris, matematika, biologi, IT, IPS, dan IPA.

  "Jeff lo emang anaknya cuek gini apa pura pura cuek biar jadi most wanted di sekolah ini?" tanya Anin yang bingung namun mendapatkan teguran oleh Aruna. Anin langsung mengucapkan maaf pada pria tersebut.

  Tak lama bel berbunyi menandakan jam pelajaran ke lima berbunyi. Pak Joni datang dengan muka yang senyum saat datang untung mengajar Matematika di kelas Aruna. Tetapi Aruna seperti tidak baik baik saja, mukanya yang pucat dan terlihat tangannya memegang perutnya yang sakit.

  "Lo gapapa?" tanya Jeff yang khawatir tentang kondisi Aruna sekarang membuatnya panik. apalagi Aruna yang terdengar sedang meringis kesakitan pun mengangguk pelan pertanyaan dari Jeff.

  Jeff tanpa memikir panjang langsung berdiri dan izin ke Pak Joni untuk ke UKS karena perut Aruna kesakitan. "Maaf, gua izin gendong lo sebentar ya" tanpa aba aba Jeff langsung menggendong Aruna dan menaruh badannya di pundak Jeff.

  "Jeff, maaf ngerepotin tapi perut gue udah ga tahan, sakit banget" ungkap Aruna dengan suara rintihannya.

  "Gausah minta maaf, emang lo mau sakit gitu gua diemin? ngga kan, gua juga ngelakuin ini karna suka sama lo" jelas Jeff pada Aruna yang terdengar kesakitan. Aruna tidak mendengarkan begitu jelas suara omelan Jeff.

  Sesampainya di UKS Aruna langsung di periksa oleh Bu Ratih selaku Guru yang menjaga disana. "Nak Aruna lagi dapet hari pertama ya sayang?" Aruna yang menahan sakit pun menjawabnya dengan beberapa anggukan. "Yasudah, Ibu panggil temanmu Jeff untuk masuk ya, Ibu ada kelas soalnya" ucap Bu Ratih lembut.

  "Iya bu, terimakasih banyak ya bu" jawab Aruna dengan senyum simpulnya. tak lama Bu Ratih pergi dan Jeff datang.

"Jeff"

"Hm"

"Jeffryan"

"Hm"

"Jeffryan Deandra"

"Apa Aruna Widyarto"

"Nama gue bukan itu, itu nama bokap gue"

"Yaudah sebutin nama lengkap"

"Buat apaan"

"Buat ijab kabul, pake nanya"

"Shafierra Aruna"

  Seketika ruangan hening, Aruna berusaha memecahkan suasana "Eh Jeff, tadi kok lo mau sih gendong gua? padahal kan lo most wanted di sekolah ini" ujar Aruna yang sedari tadi bingung karena yang ada di pikiran Aruna hanyalah "kenapa cowo kayak Jeff yang dinginnya melebihi freezer frozen food bisa bisanya mau nganterin gue ke UKS?". "Kan gua udh bilang tadi, gua bantuin lu gara gara kasian aja, lagian juga ga ada hubungannya sama gua yang most wanted" jawab Jeff yang membuat Aruna terkejut.

  Selama ini Aruna menyimpan perasaannya pada Jeff. Namun Aruna pikir Jeff hanya berpikir kalau Jeff menganggapnya hanya seorang teman atau hanya kasihan saja. "yaa iya juga sihss" jawab Aruna yang tertawa renyah.

"Masih sakit ga?" 

"Apanya?" 

"Perutnya"

"Udah mendingan" 

"Yaudah gua ke kelas dulu mau ambil tas"

"Mau ngapain?"

"Gua anterin pulang, daripada plonga plongo kayak orang gajelas disini"

"Gue takut di omelin"

"Udah izin ke Bu Ratih tadi buat izin pulang duluan"

"Lo yang izin?"

"Iya"

"MAKASIH BANYAK JEFF AKHIRNYA BISA BALIK"

"Kalo udah sehat balik ke kelas aja"

  "Ngga, ini perutnya masih saki- AWWWW" Aruna memang tak terlalu pandai untuk berakting. Dahulu dia ingin ikut audisi untuk menjadi aktris, pantas saja tidak lulus audisi. Sementara itu Jeff mengambil barang barang Aruna dan memasukan ke tasnya untuk di bawa pulang.

   "Nih tas lu, barangnya kebanyakan. Lain kali gausah bawa make up jadi berat tasnya" ucap Jeff yang terlihat lelah membawa tas Aruna yang benar adanya sebuah make up. "Berisik lo, lagian juga gue ga selamanya minta lo buat anterin gue" cetus Aruna yang kesal pada Jeff.

"Yaudah ayo"

"Lo ambil motor lo dulu aja, gue mau telfon Anin kalo gue udah balik"

"Iya, jangan kemana mana tunggu situ aja'

"Iyaa Jeff"

  Setelah Aruna menelfon Anin ternyata Aruna dan Jeff tidak pergi ke rumah Aruna melainkan pergi membeli beberapa makanan untuk Ibu Aruna dan Aruna. Setelah dari membeli makanan Jeff dan Aruna pergi ke rumah Aruna, Jeff istirahat sejenak dan membahas tugas tadi yang berada di buku catatan Jeff.

"Jeff, gue mau jujur sama lo"

"Pernah ngomongin gua tentang apa sama Anin?"

"Bukan Jeff, aduh gemes deh jadi pengen buang jantungnya"

"Dih, ya terus apa Aruna?"

"Janji dulu jangan cepu, jangan kaget, jangan di jawab, jangan di beberin kemana mana, dan ini hanya gue sama lo yang tau"

"Iya, sekarang apa?"

"Sorry, i have crush on you" Aruna memalingkan wajahnya dari Jeff. Sementara itu Jeff hanya diam dan membeku lantaran dia pikir hanya dari pihaknya saja yang menyukai ternyata kedua belah pihak sama sama saling suka.

  "Run..."

  "Jangan di jawab Jeffryan Deandra"

  "Iya Run, i have crush on you too and i think cuma gua yang suka sama lu"

Sekarang Aruna yang membeku dan berharap ini tidak nyata. "Sejak kapan lo suka gue?" Aruna hanya bisa terdiam dan bingung.

"Dari awal kita ketemu kayaknya deh Run" ungkap Jeff dengan nada bicara yang santai.

"HAH? KOK GA NGOMONG" Aruna dibuat terkejut lagi oleh pria di sampingnya.

"Jadi kita..."

"OFC"

Jeff yang ingin memeluk Aruna sekarang tetapi ia di cegat oleh Ibu Aruna. "Eh tante, apakabar tante? tante sehat?" ucap Jeff sambil menjulurkan tangan untuk bersalaman. "Iya, tante sehat. Kamu ngapain tadi mau peluk anak saya?" tanya Ibu Aruna yang berniat untuk bercanda

"Ehehehe maaf tante lagi seneng tadi, maaf banget tan" Jeff sangat ketakutan kalau Ibu dari Aruna tersebut tidak percaya lagi padanya.

"Boleh, tapi jangan sampe lewat batas" jawab Ibu Aruna tersenyum.

Komentar